About Me

Foto Saya
Jombang, Jatim, Indonesia
Jombang, 6 Mei 1988 Akuntansi UM

Senin, 07 April 2008

MASA KECIL YANG HILANG

oleh : Eko Kurniawan

Kehidupan masa kecil adalah kehidupan yang paling menyenangkan karena dalam masa itu anak selalu diperhatikan oleh orang tua, saudara-saudara serta tetangga dekat. Di masa itu juga anak bisa bebas melakukan apa saja yang ingin dilakukan karena dengan begitu secara tidak langsung anak bisa belajar hal-hal yang belum diketahui oleh anak. Tentu saja hal-hal yang dimaksud adalah terbatas pada hal-hal yang dapat dilakukan seorang anak. Kalau hal-hal yang dilakukan anak tersebut tidak sesuai dengan etika keluarga, orang tua wajib menegurnya. Dalam hal ini orang tua menunjukkan hal-hal yang baik dan yang jelek. Selain itu juga masa kecil adalah masa bermain-main. Dengan bermain ini bisa mencerminkan masa depan anak. Misalnya seorang anak suka bermain pistol, berarti bisa jadi anak tersebut ingin menjadi seorang polisi. Hal inilah yang membuat masa kecil menjadi menyenangkan. Masa kecil seorang anak tidak boleh hilang karena masa kecil adalah masa pembentukan pribadi seorang anak.

Apabila seorang anak menggunakan masa kecilnya dengan baik maka kemungkinan besar anak itu bisa menjalani masa dewasanya dengan mudah. Tetapi apabila masa-masa kecil itu kurang dimanfaatkan sebagaimana mestinya tentu hal ini mempengaruhi perkembangan anak menuju dewasa. Misalnya, di dalam keluarga, orang tua selalu mengatur hal-hal yang dilakukan anaknya dan anak selalu mengikutinya. Akibatnya waktu dewasa anak menjadi kurang percaya diri, kurang mandiri, dan selalu menunggu orang tua. Maka dari itu orang tua harus pandai dalam mendidik anaknya. Mana yangn baik dan mana yang kurang baik untuk orang tuanya.

Sekarang banyak anak yang kurang merasakan masa kecil dengan baik. Hal ini dibuktikan beberapa kasus di Indonesia. Anak-anak dijadikan sebagai tenaga kerja. Pertimbangan dari perusahaan yang mempekerjakan anak-anak adalah untuk memperkecil biaya produksi Karena dengan memakai tenaga kerja anak-anak upah yang diberikan lebih murah daripada orang dewasa. Selain itu, keadaan perekonomian Indonesia kurang baik dan keadaan masyarakat sendiri juga kurang sejahtera. Kebanyakan masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan dengan hidup yang minimal, mencari makan sulit, bahkan ada yang mati akibat kelaparan. Sehingga untuk mengatasi hal ini, para keluarga miskin memanfaatkan anaknya untuk membantu mencari uang. Dan anehnya anak-anak lebih senang mencari uang dari pada menjalani masa kecilnya yaitu sekolah. Karena dengan mencari uang dia bisa memenuhi keinginannya daripada sekolah tidak mendapatkan uang atau hanya menghabiskan uang saja. Anak-anak hanya berpikir untuk jangka pendek saja sehingga hanya untuk mendapatkan uang, anak-anak rela mengorbankan masa kecilnya sekaligus masa depannya.

Untuk menghindari pemakaian tenaga kerja anak ini, pemerintah telah membuat Undang-Undang no.25 tahun 1997 tentang ketenagakerjaan ditentukan 15 tahun sabagai umur batas minimum pekerja Indonesia. Semua pengusaha dilarang memperkerjakan anak yang berumur kurang dari 15 tahun (pasal 95). Tetapi larangan ini tidak berlaku bagi anak yang terpaksa bekerja. Disini jelas, hubungannya dengan masalah ekonomi keluarga, membuat anak-anak harus ikut menanggung beban keluarga. Peraturan ini kurang berpengaruh terhadap pemakaian tenaga kerja anak dengan keadaan ekonomi Indonesia saat ini. Sehingga pemerintah harus membenahi Undang-Undang tersebut untuk menghapuskan pemakaian tenaga kerja anak.

Dalam mengatasi tenaga kerja anak dapat juga dilakukan dengan cara memberi bantuan kepada setiap anggota keluarga seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT). Tetapi dalam pemberian bantuan ini pemerintah harus memastikan apakah bantuan yang disalurkan tersebut telah sampai dalam jumlah yang sama dan tepat sasaran. Karena selama ini dalam penyaluran bantuan itu salah sasaran. Dan untuk mengatasi anak-anak yang kurang berminat untuk sekolah, bisa menggunakan kebijakan berupa program sekolah bersubsidi yang tujuannya untuk memberi bantuan kepada anak-anak yang ingin bersekolah. Pelaksanaan program ini bisa bekerja sama dengan sekolah lain atau dengan mendirikan sekolah baru.

Dengan menggunakan semua kebijakan itu tentu saja bertujuan untuk mengurangi pemakaian tenaga kerja anak sebagai penyebab hilangnya masa kecil. Sehingga anak-anak bisa menikmati masa kecilnya dan merencanakan masa depannya dengan baik.

1 comments:

ahmad mengatakan...

mantap iki ko...........
yo ngunu iku jenenge blog seng bermutu tinggi.hehehehe
like thisss